Rangkuman Buku Filsafat Bahasa dan Sastra
Pengantar
Filsafat-Louis o. Kattsoff
Tujuan dalam
buku pengantar filsafat penulis Louis o. Kattsoff merupakan menjembatani
keingintahuan tentang kebebasan akal melalui pendidikan yang bebas berdasarkan
penyelidikan filsafatar. Pengantar filsafat secara sistematis, komprehensif,
dan mendalam. Pemikiran Kattsoff bahwa pemikiran terhadap masalah-masalah
tersebut berdimensi banyak, tidak berbatas, terbuka untuk didiskusikan, serta
pendapat yang ada bergantung oleh siapa yang mengkajinya. Menyajikan dalam buku
Masalah hidup, masalah jiwa, masalah nilai, masalah nilai etika dan masalah
nilai estetika. Maka Menurut Kattsoff,
paham mengenai hakekat jiwa terdapat empat teori yaitu: (1) teori-teori yang
memandang jiwa sebagai substansi. (2) teori-teori yang memandang jiwa sebagai
sejenis kemampuan. (3) teori-teori yang memandang jiwa semata-mata sebagai
sejenis organisme-organisme hidup; dan (4) teori-teori yang menyamakan tingkah
laku.
Pohon
Filsafat-Stephen Palmquist
Tujuan buku pohon
filsafat penulis Stephen Palmquist yaitu mengandaikan sistem metafisika yang
digunakan dalam mengenalkan sistem berpikir filsafat. Gambaran yang bagus
tentang perkembangan filsafat dari zaman Yunani hingga abad ke-20. Metode yang
digunakan oleh Stephen Palmquist menggabungkan Metode Historis, Metodologis,
Analitis, dan Eksistensial. Jadi penulis menganalogikan sistem berpikir
filsafat sebagai pohon. Seperti bagian akar yang mengandaikan adanya
metafisika, batang pohon yang mengandaikan adanya logika, cabang pohon yang
mengandaikan ilmu-ilmu pasti yang sekarang kita kenal dan daun-daun yang
berarti selalu ada dimanapun.
Manusia dan
Kebudayaan: Sebuah Esei Tentang Manusia-Ernst Cassirer
Tujuan buku Manusia dan Kebudayaan oleh Ernst Cassirer yaitu kewajiban dasar manusia pentingnya pengenalan diri manusia. Pikirant Ernst Cassirer dalam buku manusia dan kebudyaan merupakan manusia sebagai simbol. Maka manusia menciptakan simbol sebagai kebudayaan.Kebudayaan itu tidak jauh dari Mitos dan Religi, seni, bahasa, sejarah dan ilmu pengetahuan. Kebudayaan tersebut dianalisis, unsur-unsur dasarnya dan jadilah simbol-simbol. Oleh sebab itu, kebudayaan seperti mitos dan religi, seni, bahasa, sejarah dan ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol disebabka oleh manusia. Manusia hidup dan berinteraksi dengan simbol-simbol. Simbol-simbol pada realitas manusia tersebut merupakan representasi atas kodrat manusia sebagai animal symbolicum yang memiliki sistem simbol.
(Jika Mengutip Tolong Sertakan Sumber Sebagai Referensi Agar Tidak Terjadi Plagiasi)
Betul sekali
BalasHapusup
BalasHapus